Analitik dan metrik adalah pengumpulan dan analisis data tentang perilaku pengguna dalam aplikasi seluler. Menurut Adjust (2025), aplikasi yang menggunakan analitik menunjukkan Retention 30% lebih tinggi dan LTV 25% lebih tinggi. Dalam artikel ini kita akan membahas metrik utama, alat pengumpulan dan analisis data, serta praktik terbaik untuk menerapkan analitik.
Poin Penting
DAU (Pengguna Aktif Harian) — jumlah pengguna unik yang berinteraksi dengan aplikasi dalam satu hari. WAU — mingguan, MAU — bulanan. Metrik ini menunjukkan skala audiens. Sticky Factor = DAU/MAU menunjukkan «kelengketan» aplikasi: >50% — sangat baik, 20–50% — normal, <20% — aplikasi tidak mempertahankan pengguna.
Retention — persentase pengguna yang kembali ke aplikasi N hari setelah instalasi. Poin penting: D1 (hari 1), D7 (hari 7), D30 (hari 30). Nilai normal untuk aplikasi seluler: D1 — 30–40%, D7 — 10–20%, D30 — 5–10%. Churn Rate adalah indikator kebalikannya (persentase pengguna yang pergi). Retention adalah metrik utama kualitas produk. Jika Retention rendah, menarik pengguna baru tidak ada artinya.
LTV (Lifetime Value) — pendapatan yang diproyeksikan dari satu pengguna selama seluruh masa hidup di aplikasi. LTV = ARPU × Rata-rata Masa Hidup. ARPU (Pendapatan Rata-rata per Pengguna) — pendapatan rata-rata per pengguna. ARPDAU (Pendapatan Rata-rata per Pengguna Aktif Harian) — pendapatan per pengguna aktif per hari. LTV harus setidaknya 3 kali lebih tinggi dari CPI (Biaya per Instalasi) untuk profitabilitas aplikasi. Metrik ini sangat penting untuk monetisasi dan pembelian lalu lintas.
Conversion Rate — persentase pengguna yang melakukan tindakan target (pembelian, pendaftaran, langganan). CTR (Rasio Klik-tayang) — persentase klik pada spanduk iklan atau tombol. Session Length dan Session Interval — durasi sesi rata-rata dan interval antar sesi. Sesi pendek sering (aplikasi perpesanan, media sosial) vs sesi panjang jarang (video, pendidikan).
| Metrik | Apa yang Ditunjukkan | Nilai Normal |
|---|---|---|
| DAU | Pengguna aktif per hari | Tergantung niche |
| Retention D1 | Kembali pada hari ke-1 | 30–40% |
| Retention D7 | Kembali pada hari ke-7 | 10–20% |
| Retention D30 | Kembali pada hari ke-30 | 5–10% |
| LTV | Pendapatan per pengguna | > 3× CPI |
| ARPU | Pendapatan rata-rata per pengguna | Tergantung model |
| Conversion Rate | % tindakan target | 2–10% |
| Session Length | Durasi sesi | 5–15 mnt |
Firebase Analytics — alat gratis dari Google untuk mengumpulkan peristiwa, audiens, dan laporan. Keunggulan: gratis (peristiwa tak terbatas), integrasi dengan Google Ads dan BigQuery, pengumpulan peristiwa otomatis (first_open, in_app_purchase, session_start). Firebase Analytics adalah pilihan terbaik untuk memulai dan analitik dasar. Untuk analisis data mendalam, gunakan BigQuery.
Amplitude — platform analitik produk yang berfokus pada perilaku pengguna. Analisis corong (Funnel Analysis), analisis kelompok (Cohort Analysis), analisis retensi (Retention Analysis), dan jalur perilaku. Paket gratis — hingga 10 juta peristiwa per bulan. Amplitude cocok untuk analitik produk tingkat lanjut.
Mixpanel — mirip dengan Amplitude, dengan fokus pada peristiwa dan properti. Paket gratis — hingga 20 juta peristiwa per bulan (dengan batasan fitur). Di IT Sectr, kami menggunakan Firebase Analytics untuk analitik dasar (instalasi, pembelian, crash) dan Amplitude untuk analitik produk dan pengujian A/B.
Event Tracking — pencatatan tindakan pengguna dalam aplikasi: klik, tampilan, pembelian. Setiap peristiwa memiliki nama (event_name) dan parameter (event_params). Peristiwa standar Firebase: screen_view, select_content, add_to_cart, purchase. Peristiwa kustom: level_up, share_photo, filter_applied.
Corong (Funnels) — urutan peristiwa yang mengarah ke tujuan seperti menyelesaikan onboarding atau membeli produk. Analisis corong (Funnel Analysis) menunjukkan di langkah mana pengguna keluar. Corong tipikal: Install → Sign Up → Add to Cart → Purchase. Jika keluar di Sign Up, masalahnya ada di pendaftaran.
Kelompok (Cohorts) — grup pengguna yang disatukan oleh karakteristik umum (tanggal instalasi, negara, sumber lalu lintas). Analisis kelompok (Cohort Analysis) memungkinkan perbandingan perilaku kelompok yang berbeda: Retention per hari untuk pengguna yang menginstal aplikasi di bulan Januari vs Februari. Properti Pengguna (User Properties) — atribut tambahan pengguna (langganan, level, negara).
Firebase Crashlytics — alat utama untuk melacak kesalahan dan crash dalam aplikasi seluler. Crashlytics mengumpulkan stack trace, log, dan data perangkat pada setiap crash. Kelebihan: gratis, integrasi otomatis dengan Firebase Analytics, pengelompokan dan prioritas crash (crash yang memengaruhi sebagian besar pengguna).
Sentry — alternatif untuk Crashlytics dengan dukungan luas untuk Flutter, React Native, dan framework lintas platform lainnya. Sentry tidak hanya mengumpulkan crash tetapi juga masalah kinerja (transaksi lambat). Integrasi dengan Git (Sentry → issue → commit). Di IT Sectr, kami menggunakan Crashlytics sebagai alat utama dan Sentry untuk proyek Flutter dan React Native.
Kesalahan Non-Fatal (Non-Fatal Errors) — kesalahan yang tidak menyebabkan crash tetapi mengganggu logika aplikasi (permintaan gagal, pointer null di try-catch). Penting untuk mencatatnya juga untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang stabilitas aplikasi.
Pengujian A/B — metode membandingkan dua versi layar atau fitur (A — kontrol, B — varian) untuk memilih yang lebih baik berdasarkan metrik target. Dalam pengembangan seluler, pengujian A/B dilakukan melalui Firebase Remote Config atau Amplitude Experiment. Durasi tes minimum — 7 hari (untuk memperhitungkan hari dalam seminggu).
Pengujian A/A — tes di mana kedua versi identik. Digunakan untuk memverifikasi kebenaran alat statistik. Pengujian Multivariat (MVT) — menguji beberapa perubahan secara bersamaan. Contoh: desain layar baru + teks tombol baru (4 kombinasi). MVT membutuhkan lebih banyak lalu lintas.
Signifikansi statistik (p-value < 0,05) — ambang batas minimum untuk pengambilan keputusan. Ukuran sampel tergantung pada efek yang diharapkan: untuk peningkatan 5%, diperlukan ~1000 pengguna di setiap kelompok. Di IT Sectr, kami melakukan pengujian A/B di setiap tahap pengembangan — ini secara sistematis meningkatkan metrik sebesar 10–15%.
Firebase Remote Config — alat untuk mengubah parameter aplikasi dari jarak jauh tanpa menerbitkan versi baru. Digunakan untuk pengujian A/B, peluncuran fitur bertahap, mengaktifkan/menonaktifkan fungsionalitas. Remote Config mendukung personalisasi berdasarkan audiens.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mulailah dengan Retention D1, D7, D30 — ini adalah metrik utama kualitas produk. Kemudian tambahkan DAU/MAU (keterlibatan) dan Conversion Rate (efektivitas). Hubungkan LTV dan ARPU setelah menerapkan monetisasi.
Ya, Firebase Analytics sepenuhnya gratis dengan peristiwa tak terbatas. Hanya fitur lanjutan yang berbayar: ekspor BigQuery (gratis hingga 10 GB/bulan), Firebase Remote Config (gratis), Pengujian A/B (gratis hingga volume tertentu).
Retention — persentase pengguna yang kembali ke aplikasi. Ini adalah indikator seberapa berguna aplikasi tersebut. Jika Retention rendah, menarik pengguna baru tidak akan menguntungkan. Retention D1 > 30% — baik, D7 > 15% — sangat baik.
Firebase Analytics — alat dasar gratis untuk mengumpulkan peristiwa dan laporan sederhana. Amplitude — platform untuk analitik produk tingkat lanjut: kelompok, corong, jalur perilaku, pengujian A/B. Firebase untuk memulai, Amplitude untuk berkembang.
Minimal 7 hari — untuk memperhitungkan perbedaan perilaku di hari kerja dan akhir pekan. Untuk pengujian dengan efek kecil (1–2%), diperlukan 2–4 minggu. Jangan hentikan pengujian pada hasil positif pertama — tunggu signifikansi statistik (p < 0,05).
Ringkasan
Kami akan mengembangkan aplikasi seluler turnkey
IT Sectr membuat aplikasi iOS dan Android untuk startup dan bisnis sejak 2017. Kami akan memberi saran dan mengusulkan solusi terbaik.